Day 17 – Magang di Duxeos Software House 19 Juli 2014

Assalamu’alaykum warohmatullohi wabarokatuh

Pagi semua… pagi matahari… pagi awan… pagi pohon… pagi kelinci… pagi kawan- kawan. Move on dari postingan dua hari yang lalu, sekarang saya mau posting untuk perjalanan magang saya di hari ke tujuh belas di Duxeos Software House. Hari ini saya yakin akan menjadi hari yang penuh dengan cerita baik itu cerita yang membahagiaan maupun yang menyedihkan. Ya begitulah dunia ini akan terus berputar.

Langsung saja, pagi itu saya datang di TKM (Tempat Kejadian Magang) sekitar pukul 08.05 WIB. Tapi karena parkirannya benar- benar tidak rapi sehingga saya tidak bisa masuk, saya menjabat dulu sebagai tukang parkir sementara sehingga saya harus memindahkan motor- motor di hadapan saya agar saya mendapatkan tempat parkir. Begitu masuk sudah pukulo 08.08 menit. WOW… itu adalah angka yang cantik, hehehe

Lanjut… kelompok kami langsung menelpon calon client yang belum di hubungi kembali. Tapi karena masih terlalu pagi, jadi tidak semua kontak bisa kita hubungi. Sekitar pukul 10.00 kelompok kami berannjak dari TKM menuju BTC dan PGS untuk hunting client kembali. Sesampainya di sana saya mendapatkan empat nomor kontak dari pemilik toko. Ada satu cerita menarik dari perburuan kami, yaitu karena saya adalah orang yang jarang banget yang namanya shopping di mall atau hanya untuk sekedar hang out di mall pun tidak pernah, bisa dikatakan mall adalah peta buta bagi saya. Penjelasan peta buta di sini adalah mungkin saya bisa masuk ke dalamnya, namun belum tentu saya bisa keluar dari sana dengan mudah. Hahaha… mungkin seperti labirin. Karena kelompok kami berpencar, saya tidak bisa bertemu dengan anggota kelompok saya yang lain, meski saya sudah diberi tahu posisi mereka. Akhirnya, saya hanya keluar dan masuk BTC tanpa berhasil menemukan mereka T.T. Guys help me… im right here…

Akhirnya, mereka lah yang menghampiri saya di tempat parkir. Setelah kami bertemu, kami lanjut ke PGS tapi kali ini saya tidak berpisah dengan salah satu anggota kelompok saya yang bernama Citra. Haha… takut saya tersesat lagi. Beeeh… dari lantai satu kami beranjak ke lantai dua, dari toko yang satu kami beranjak ke toko berikutnya, tapi karena suasana sedang sangat ramai kami jadi tidak bisa meminta nomot kontak pemilik toko pada pegawainya. Maklum mau lebaran, jadi ibu- ibu di seluruh Indonesia bahkan dunia sibuk berbelanja. Hahaha

Next… dari PGS kami keluar dan menuju ke seputaran pasar klewer. Di sana dua kelompok kami yang laki- laki berburu toko untuk mendapatkan client. Sedangkan, saya dan teman saya berputar- putar untuk mencari tempat berteduh. Pas waktu adzan dua teman saya sudah selesai dan kami langsung menuju ke UMS. Di sana kami berencana untuk melobbi toko yang menjual peralatan outbond. Dengan menempuh perjalanan yang penuh dengan rintangan, mulai dari panas terik matahari, macetnya jalanan di Solo, jauhnya medan yang dituju, dan letih lesu yang harus dilawan akhirnya kami sampai di depan toko tersebut. Tapi hidup memang tidak seindah yang kita bayangkan, dan kami mendapatkan jawaban yang sangat menyayat hati. We had been REJECTED...😦

Setelah menerima penolakan yang sangat menyakitkan itu, saya jadi teringat salah satu Emoticon chatting yang dia duduk di pojokan ruangan dengan awan hitam menyelubunginya. Mungkin begitulah, perasaan kami saat itu atau hanya saya? Well… akhirnya kami sholat dulu di dalam kampus UMS. Di sana kami istirahat, membicarakan perjalanan magang selama ini, dan khusus bagi saya untuk beristirahat. Saya sendiri bingung bagaimana saya bisa tertidur di saat seperti itu. Ya sudahlah… sekitar 40 menit saya tertidur, saat terbangun jam sudah menunjukkan pukul 13.45 WIB. Kamipun beranjak kembali ke TKM.

Sesampainya di sana, agenda kami adalah menunggu waktu pulang tiba. Haha… sebenarnya tidak langsung pulang sih, jadi saat itu kami ada agenda Buka Bersama dengan Biaya Masing- masing di Solo Baru. Saat keberangkatan, saya bersama tiga rombongan motor yang lain sudah ketinggalan rombongan yang lain. Saya pikir waktu itu, motor di depan saya yang saya ikuti sudah mengetahui lokasi tempat kami akan melaksanakan buka bersama. Setelah lama saya ikuti, akhirnya ia menepi. Eeeeh ternyata ia pun tak tahu jalanannya mana. GLODAK KETUMPRANG KLOK KLOK KLOK… Nani kure???

Yah akhirnya kami bertanya ke salah satu toko di sana, dengan mengikuti petunjuk dari karyawan toko kami terus melaju. Kemudian kami bertanya pada tukang parkir, dan akhirnya kami sampai di lokasi tujuan. Acara buka bersama berlangsung dengan sangat khitmat dan luar biasa. Ada yang merasa kekurangan atas menunya, dan tidak ada yang merasa kelebihan. Setelah berbuka bersama, kami pun pulang ke rumah masing- masing.

Oke… sampai di sini dulu ya ceritanya, semoga kalian bisa terhibur dan tak jenuh untuk mambaca lagi besok.

Wassalamu’alaykum warohmatullohi wabarokatuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s